News Update :
Home » » Mengetahui perbedaan SSD dengan Harddisk, Kelebihan dan Kekurangan SSD (Solite State Drive)

Mengetahui perbedaan SSD dengan Harddisk, Kelebihan dan Kekurangan SSD (Solite State Drive)

Penulis : niko prasetiyo on Senin, 13 Mei 2013 | 21.05

Halo sobat pada kesempatan kali ini saya kan membahas tentang perbedaan SSD dengan Harddisk, Kelebihan dan Kekurangan SSD (Solite State Drive).Pada tahun 2008 SSD berkembang dengan sangat pesat di bandingkan dengan Harddisk.


Berikut perbedaan SSD dengan Harddisk, Kelebihan dan Kekurangan SSD (Solite State Drive) :

Perbedaan


*SSD mengkonsumsi daya lebih kecil daripada HDD : contoh, SSD 2,5 inci hanya butuh daya kurang dari 1 Watt, sementara daya yang dipakai HDD mencapai 2,1 Watt. Untuk pengguna PC, perbedaan itu tidak terasa. Tapi pengguna notebook bisa merasakan perbedaan awet baterainya.
*SSD memiliki kemampuan dalam kecepatan baca tulis yang luar biasa dimana tidak adanya piringan yang berputar ataupun alat pembaca yang harus diposisikan seperti layaknya HDD
*SSD memberikan peningkatan kinerja pada performa Input Output I/O, dimana konvensional HDD menggunakan piringan (platter) yang berputar dan sebuah head untuk membaca data pada piringan yang tentunya membuat HDD akan memiliki delay dalam melakukan proses tulis baca data,
*SSD lebih tahan rusak terhadap guncangan dari pada hard disk konvensional, karena piringan pada hard disk dapat terganggu kinerjanya bila mengalami guncangan dan akan berakibat kerusakan maupun data loss. Hal ini tidak terjadi pada SSD karena tidak ada alat mekanik yang bergerak dan bisa terguncang (full ic = integrated circuit). Tapi SSD bisa juga mengalami kerusakan seperti layaknya ic pada umumnya dan akan berakibat data loss.

Ada banyak kelebihan Solid State Drive jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional, diantaranya adalah:

*Waktu mulai bekerja (start-up) yang lebih cepat : Hal ini berdampak pada akses data yang lebih tinggi, keterlambatan/ penundaan membaca data (latency) yang lebih rendah dan waktu pencarian data (seek time) yang jauh lebih cepat.
*Tidak memiliki bising/ dengung (noise) mengingat tidak adanya komponen yang bergerak.
*Lebih hemat daya listrik, meskipun untuk SSD berbasis DRAM masih diperlukan catu daya yang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional masih jauh lebih hemat energi.
*Lebih kebal terhadap guncangan, getaran, dan temperatur yang tinggi.
*Dengan kapasitas penyimpanan yang sama, SSD memiliki bobot yang lebih ringan dan ukuran fisik yang lebih ramping jika dibandingkan dengan hard-disk biasa (khususnya saat ini hingga ukuran penyimpanan 256 GB) sehingga lebih portable untuk notebook dan mobile external storage.
*Karena dapat menyimpan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor (Memory Transistor) membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah komputer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah start-up, shut down, hang, blue screen dan sejenisnya hanya menjadi catatan sejarah untuk anak cucu kita.

Kekurangan:

*Harga SSD relatif mahal.
*Untuk saat ini kapasitas maksimal SSD masih lebih rendah dibandingkan HDD.

semoga tulisan tentang Mengetahui perbedaan SSD dengan Harddisk, Kelebihan dan Kekurangan SSD (Solite State Drive) bisa bermanfaat terima kasih telah berkungjung.
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

30 November 2013 pukul 19.15

assalamualaikum,,, kira kira ssd, awet ga, klo di bandingkan hardiskkk

28 Desember 2013 pukul 00.36

Kalo menurut artikel atau referensi yang sudah saya baca dibndingkan dengan hardisk lebih awet SSD karena tidak menggunakan piringan lagi.Untuk harganya lebih mahal SSD.

28 Desember 2013 pukul 00.36

terima kasih seblumnya sudah berkunjung di blog saya

Posting Komentar

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger